Sekelompok pelajar kelas geografi belajar mengenai "Tujuh Keajaiban Dunia." Pada akhir pelajaran, pelajar tersebut di minta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini. Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi:
1. Piramida Besar di Mesir
2. Taj Mahal
3. Grand Canyon
4. Panama Canal
5. Empire State Building
6. St. Peter's Basilica
7. Tembok China
Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.
Gadis pendiam itu menjawab,"Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya."Sang guru berkata,"Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya."
Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca,"Saya pikir Tujuh Keajaiban Dunia adalah:
1. Bisa menyentuh,
2. Bisa mencicip,
3. Bisa melihat,
4. Bisa mendengar…”
Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan...
5. Bisa merasakan
6. Bisa tertawa
7. Dan bisa mencintai
Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat padaeksploitasi manusia dan menyebutnya "keajaiban" sementara kita lihat lagi semua yang telah Allah lakukan untuk kita, menyebutnya sebagai "biasa". Semoga Anda hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan Anda.
9/19/2008
8/11/2008
K E T
Sekedar sharing pengalaman, mudah-mudahan bermanfaat.
Hari Sabtu 26 Juli 2008 y.l, malam hari sekitar pukul 19.00 WIB, mendadak aku pingsan. Aku tak tahan akan rasa sakit dan nyeri yang secara tiba-tiba menyerang perutku hingga aku pingsan. Suamiku membawa aku ke dokter umum yang kebetulan praktek tak jauh dari rumah. Menurut beliau, aku kena radang usus. (hebat ya tuh dokter langsung memvonis penyakitku hanya dengan menyentuh bagian perutku). Dokter meresepkan beberapa obat untukku.
Ternyata obat tersebut tidak berpengaruh banyak atas sakit dan nyeri di perutku. Tengah malam, aku pingsan lagi. Akhirnya suamiku membawaku ke rumah sakit umum. Setelah diperiksa, dokter jaga UGD malam itu mengatakan aku kena radang usus (sama seperti vonis dokter pertama). Dan dokter memberikan obat melalui vena. Tunggu punya tunggu hingga 1 jam, ternyata sakitku tidak berkurang. Diputuskan aku harus opname.
Dari hasil test urine, dinyatakan aku positif hamil. Alhamdulillah... (aku tidak tau kalo hamil karena memang siklus "tamuku" nggak teratur & cenderung mundur). Tapi ternyata Allah punya rencana lain, dari hasil USG diketahui bahwa posisi janinnya nggak pada tempatnya. Janinku nempel di tuba fallopi kiri. Dokter memutuskan untuk segera mengangkat janinku, karena memang kondisiku yang terus turun, HB ku mencapai 5, tiap 10 menit pingsan, so... aku cuma bisa pasrah (maafin mama dek...)
Dari pengalaman tersebut, aku harap bisa jadi siroh/pelajaran buat rekan-rekan.
Hari Sabtu 26 Juli 2008 y.l, malam hari sekitar pukul 19.00 WIB, mendadak aku pingsan. Aku tak tahan akan rasa sakit dan nyeri yang secara tiba-tiba menyerang perutku hingga aku pingsan. Suamiku membawa aku ke dokter umum yang kebetulan praktek tak jauh dari rumah. Menurut beliau, aku kena radang usus. (hebat ya tuh dokter langsung memvonis penyakitku hanya dengan menyentuh bagian perutku). Dokter meresepkan beberapa obat untukku.
Ternyata obat tersebut tidak berpengaruh banyak atas sakit dan nyeri di perutku. Tengah malam, aku pingsan lagi. Akhirnya suamiku membawaku ke rumah sakit umum. Setelah diperiksa, dokter jaga UGD malam itu mengatakan aku kena radang usus (sama seperti vonis dokter pertama). Dan dokter memberikan obat melalui vena. Tunggu punya tunggu hingga 1 jam, ternyata sakitku tidak berkurang. Diputuskan aku harus opname.
Dari hasil test urine, dinyatakan aku positif hamil. Alhamdulillah... (aku tidak tau kalo hamil karena memang siklus "tamuku" nggak teratur & cenderung mundur). Tapi ternyata Allah punya rencana lain, dari hasil USG diketahui bahwa posisi janinnya nggak pada tempatnya. Janinku nempel di tuba fallopi kiri. Dokter memutuskan untuk segera mengangkat janinku, karena memang kondisiku yang terus turun, HB ku mencapai 5, tiap 10 menit pingsan, so... aku cuma bisa pasrah (maafin mama dek...)
Dari pengalaman tersebut, aku harap bisa jadi siroh/pelajaran buat rekan-rekan.
Langganan:
Postingan (Atom)
